KASUS
LEPASNYA DUA PULAU SIPADAN LIGITAN
Implementasi Geopolitik & Geostrategi Indonesia
- Kemenangan Malaysia, kata
menteri, berdasarkan pertimbangan effectivitee, yaitu
pemerintah Inggris (penjajah
Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa :
§ Penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung,
§Pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930,danOperasi mercu suar sejak 1960-an.
§Sejak
tahun 1974 Malaysia sudah mulai membangun infrastruktur Sipadan-Ligitan lengkap
dengan resort wisatanya.
Yang perlu menjadi catatan disini adalah selama jangka
waktu tersebut pihak RI tidak melakukan suatu usaha konkret dalam melakukan
manajemen dan pemeliharaan terhadap Sipadan-Ligitan.
Yang menjadi pertimbangan utama dari Mahkamah
Internasional adalah :
ü keberadaan
terus menerus (continuous presence)
ü penguasaan
efektif (effective occupation)
ü pelestarian
alam (ecology preservation).
Beberapa Upaya adalah :
1. Mencermati ketiga dasar hukum dari Mahkamah Internasional
tersebut yaitu keberadaan terus menerus, penguasaan efektif, dan pelestarian
alam untuk penyelesaian sengketa teritorial lainnya. Bukan tidak mungkin
seperti terjadi di dunia hukum, ketiga pertimbangan tersebut akan menjadi
yurisprudensi baru dalam memutuskan masalah sengketa teritorial.
2.Komitmen kita sebagai
negara kepulauan untuk secara efektif menguasai seluruh pulau di batas teritori
kita. Koordinasi dari semua lembaga yang berurusan dengan pembinaan pulau dan
penjagaan wilayah laut RI. Koordinasi ini perlu dilakukan karena masalah yang
terkait dengan penjagaan wilayah laut RI juga berkaitan dengan maraknya
kejahatan transnasional. Kejahatan transnasional yang rentan terjadi di
Indonesia adalah pencurian ikan, bajak laut, penyelundupan manusia, dan
penyelundupan senjata konvensional.
Koordinasi
: institusi terkait yaitu : Deplu, Depdagri, Dephan, Mabes
TNI, Dep. Energi dan SDM, Dishidros TNI AL, Bupati Nunukan, pakar kelautan dan
pakar hukum laut International.
Proses hukum di MI/ICJ
ini memakan waktu kurang lebih 3 tahun. Selain itu, cukup banyak energi dan
dana telah dikeluarkan. Menlu Hassas Wirayuda mengatakan kurang lebih Rp.
16.000.000.000 dana telah dikeluarkan yang sebagian besar untuk membayar
pengacara
3. Untuk meningkatkan pengamanan di Wiltas, maka harus dilakukan perkuatan
atau peningkatan kemampuan secara sinergis antara komunitas penduduk perbatasan
dengan aparat Hankam di Wiltas.
.
·
Pelajaran yang dapat
diambil.
Ketika pemerintah
memutuskan jajak pendapat di Timor-Timor untuk menentukan apakah rakyat Tim-Tim
akan memilih tetap bergabung (Integrasi) NKRI atau merdeka, tidak begitu
banyak kalangan yang menentang karena di atas kertas pihak pro integrasi
diperkirakan akan menang, setidak-tidaknya fifty-fifty. Namun, ternyata setelah
jejak pendapat dilaksanakan, pihak pro integrasi kalah dengan presentase secara
menyolok (kurang lebih 23,5 %). Demikian pula dengan kasus P. Sipadan dan P.
Ligitan, perkiraan menang-kalah 50% - 50%, sehingga minimal P. Sipadan masih
bisa menjadi milik Indonesia kenyataannya, Indonesia kalah secara meyakinkan.
Ada beberapa pulau kecil terpencil
yang secara posisi geografis kedudukannya lebih dekat dengan negara tetangga
yang diindikasikan memiliki keinginan memperluas wilayah.
Pulau-pulau tersebut antara lain,:
1. P. Nipah dan beberapa pulau
Karang tak berpenduduk yang berbatasan dengan
Singapura.
2. P. Rondo berbatasan dengan
Kepulauan Andaman (India),
3. P. Miangas berbatasan dengan
Philipina,
4. P. Pasir Putih berbatasan dengan
Australia
5. satu pulau kosong di Kalimantan Barat yang
dihuni nelayan Thailand.
Negara-negara tetangga memiliki kesempatan terbuka
untuk menguasai pulau-pulau tersebut dengan menggunakan pendekatan pembinaan Continuous Presence dan Effective
Occupation.
Ia menambahkan, sudah menjadi tren apabila suatu negara tetangga menginginkan
wilayah Indonesia yang ada di perbatasan mereka diklaim secara bertahap, mulai
dari menghuni dan membuat bangunan yangpermanen. "Biasanya kesalahan kita
adalah kita tidak pernah melakukan patroli ke pulau-pulau tersebut,"
ungkapnya.
Selanjutnya, jika secara de facto warga asing sudah mendiami
sekian lama di suatu pulau, maka mereka akan mengklaim pulau itu masuk dalam
wilayah negara mereka. "Strategi seperti itulah yang harus diantisipasi
pemerintah.
1.
Geostrategi adalah
suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkung didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan
nasional.
2.
Geostrategi Indonesia adalah
merupakan strategi dalam memanfaatk konstelasi geografi negara Indonesia untuk
menentukan kebijakan, tujuan, d sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional
bangsa Indonesia.
.
Geostrataegi Indonesia
dirumuskan dalam wujud Konsepsi '"Ketahanan Nasional
Geostrr.tegi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia
memiliki dua sifat pokok sebagai berikut.:
a.Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya
sebagai konsepsi penangkalan,geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala
bentuk ancaman, gangguan,hambatan, dan tantangan terhadap identitas,
integritas, serta eksistensi bangsa dannegara Indonesia,
b.Bersifat developmental/pengembangan, yaitu
pengembangan potensi kekuatanbangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, dan hankam sehinggatercapai kesejahteraan rakyat.
Hakikat Ketahanan Nasional/ Geostrategi : Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah :
Kemampuan dan ketangguhai suatu
bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuji kejayaan bangsa dan
negara. Ketahanan nasional ini bergantung pad kemampuan bangsa dan
seluruh warga negara dalam membina aspe alamiah serta aspek sosial sebagai landasan
penyelenggaraan kehidupan nasional di scgala bidang.
Ketahanan Nasional inengandung
makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional, baik fisik
maupun sosial, serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara
komprehcnsif integral. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan
bidang yang lain, yang dapat memengaruhi kondisi kcscluruhan.
Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal
1) Model Astagatra
a) Aspek Trigatra
Kehidupan Alamiah:
(1) Gatra letak dan kedudukan geograH;
(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam; scrta
(3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk.
(1) Gatra letak dan kedudukan geograH;
(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam; scrta
(3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk.
b) Aspek Pancagatra Kehidupan
Sosial:
(1) Gatra Ideologi,
(2) Gatra Politik,
(3) Gatra Ekonomi,
(4) Gatra Sosial Budaya, dan
(5) Gatra Pertahanan Keamanan.
(1) Gatra Ideologi,
(2) Gatra Politik,
(3) Gatra Ekonomi,
(4) Gatra Sosial Budaya, dan
(5) Gatra Pertahanan Keamanan.
2) Model Morgenthau
Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra cukup banyak. Bila model Lemhanas berevolusi dari obst empiris perjalanan perjuangan bangsa, maka model ini ditun secara analitis.
Dalam analisisnya, Morgenthau menekankan pentii kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-r lain. Artinya, ia menganggap pentingnya perjuangan mendapatkan power position dalam satu kawasan. St konsekuensinya, maka terdapat advokasi untuk memp power position sehingga muncul strategi ke arah balancedp
3)
Model Alfred Thayer Mahan
Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on H mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur s berikut:
a) Letak geografi
b) Bentuk atau wujud bumi
c) Luas wilayah
d) Jumlah penduduk
e) Watak nasional atau bangsa
f) Sifat pemerintahan
Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on H mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur s berikut:
a) Letak geografi
b) Bentuk atau wujud bumi
c) Luas wilayah
d) Jumlah penduduk
e) Watak nasional atau bangsa
f) Sifat pemerintahan
4) Model Cline
Cline mclihat suatu ncgara dari luar sebagaimana dipersepsikan olch negara lain. Baginya hubungan antarnegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dari negara lainnya.
Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar