Jumat, 09 Mei 2014


KASUS LEPASNYA DUA PULAU SIPADAN LIGITAN
Implementasi  Geopolitik & Geostrategi Indonesia

-    Kemenangan Malaysia, kata menteri, berdasarkan pertimbangan effectivitee, yaitu pemerintah Inggris (penjajah
Malaysia)  telah  melakukan  tindakan    administratif secara  nyata berupa :

§  Penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung,
§Pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930,danOperasi mercu suar sejak 1960-an.
§Sejak tahun 1974 Malaysia sudah mulai membangun infrastruktur Sipadan-Ligitan lengkap dengan resort wisatanya. 

Yang perlu menjadi catatan disini adalah selama jangka waktu tersebut pihak RI tidak melakukan suatu usaha konkret dalam melakukan manajemen dan pemeliharaan terhadap Sipadan-Ligitan.

Yang menjadi pertimbangan utama dari Mahkamah Internasional adalah :
ü keberadaan terus menerus (continuous presence)
ü penguasaan efektif (effective occupation)   
ü pelestarian alam (ecology preservation).

Beberapa Upaya adalah :
 1. Mencermati ketiga dasar hukum dari Mahkamah Internasional tersebut yaitu keberadaan terus menerus, penguasaan efektif, dan pelestarian alam untuk penyelesaian sengketa teritorial lainnya. Bukan tidak mungkin seperti terjadi di dunia hukum, ketiga pertimbangan tersebut akan menjadi yurisprudensi baru dalam memutuskan masalah sengketa teritorial.
2.Komitmen kita   sebagai negara kepulauan untuk secara efektif menguasai seluruh pulau di batas teritori kita. Koordinasi dari semua lembaga yang berurusan dengan pembinaan pulau dan penjagaan wilayah laut RI. Koordinasi ini perlu dilakukan karena masalah yang terkait dengan penjagaan wilayah laut RI juga berkaitan dengan maraknya kejahatan transnasional. Kejahatan transnasional yang rentan terjadi di Indonesia adalah pencurian ikan, bajak laut, penyelundupan manusia, dan penyelundupan senjata konvensional.
Koordinasi : institusi terkait yaitu : Deplu, Depdagri, Dephan, Mabes TNI, Dep. Energi dan SDM, Dishidros TNI AL, Bupati Nunukan, pakar kelautan dan pakar hukum laut International.
Proses hukum di MI/ICJ ini memakan waktu kurang lebih 3 tahun. Selain itu, cukup banyak energi dan dana telah dikeluarkan. Menlu Hassas Wirayuda mengatakan kurang lebih Rp. 16.000.000.000 dana telah dikeluarkan yang sebagian besar untuk membayar pengacara
3. Untuk meningkatkan pengamanan di Wiltas, maka harus dilakukan perkuatan atau peningkatan kemampuan secara sinergis antara komunitas penduduk perbatasan dengan aparat Hankam di Wiltas.
.
·         Pelajaran yang dapat diambil.
Ketika pemerintah memutuskan jajak pendapat di Timor-Timor untuk menentukan apakah rakyat Tim-Tim akan memilih tetap bergabung (Integrasi) NKRI atau merdeka, tidak begitu banyak kalangan yang menentang karena di atas kertas pihak pro integrasi diperkirakan akan menang, setidak-tidaknya fifty-fifty. Namun, ternyata setelah jejak pendapat dilaksanakan, pihak pro integrasi kalah dengan presentase secara menyolok (kurang lebih 23,5 %). Demikian pula dengan kasus P. Sipadan dan P. Ligitan, perkiraan menang-kalah 50% - 50%, sehingga minimal P. Sipadan masih bisa menjadi milik Indonesia kenyataannya, Indonesia kalah secara meyakinkan.
Ada beberapa pulau kecil terpencil yang secara posisi geografis kedudukannya lebih dekat dengan negara tetangga yang diindikasikan memiliki keinginan memperluas wilayah.
Pulau-pulau tersebut antara lain,:
1. P. Nipah dan beberapa pulau Karang tak berpenduduk yang berbatasan dengan 
    Singapura.
2. P. Rondo berbatasan dengan Kepulauan Andaman (India),
3. P. Miangas berbatasan dengan Philipina,
4. P. Pasir Putih berbatasan dengan Australia  
5.  satu pulau kosong di Kalimantan Barat yang dihuni nelayan Thailand.

Negara-negara tetangga memiliki kesempatan terbuka untuk menguasai pulau-pulau tersebut dengan menggunakan pendekatan pembinaan Continuous Presence dan Effective Occupation.
Ia menambahkan, sudah menjadi tren apabila suatu negara tetangga menginginkan wilayah Indonesia yang ada di perbatasan mereka diklaim secara bertahap, mulai dari menghuni dan membuat bangunan yangpermanen. "Biasanya kesalahan kita adalah kita tidak pernah melakukan patroli ke pulau-pulau tersebut," ungkapnya.
Selanjutnya, jika secara de facto warga asing sudah mendiami sekian lama di suatu pulau, maka mereka akan mengklaim pulau itu masuk dalam wilayah negara mereka. "Strategi seperti itulah yang harus diantisipasi pemerintah.

1.      Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkung didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
2.       Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatk konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, d sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.
.
Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi '"Ketahanan Nasional
Geostrr.tegi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai berikut.:
 a.Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan,geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman, gangguan,hambatan, dan tantangan terhadap identitas, integritas, serta eksistensi bangsa dannegara Indonesia,
 b.Bersifat developmental/pengembangan, yaitu pengembangan potensi kekuatanbangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam sehinggatercapai kesejahteraan rakyat.

Hakikat Ketahanan Nasional/ Geostrategi : Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah :
Kemampuan dan ketangguhai suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuji kejayaan bangsa dan negara. Ketahanan nasional ini bergantung pad kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspe alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di scgala bidang.

Ketahanan Nasional inengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional, baik fisik maupun sosial, serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehcnsif integral. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain, yang dapat memengaruhi kondisi kcscluruhan.

Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal
 1) Model Astagatra
     a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah:
(1) Gatra letak dan kedudukan geograH;
(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam; scrta
(3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk.

           b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial:
(1) Gatra Ideologi,
(2) Gatra Politik,
(3) Gatra Ekonomi,
(4) Gatra Sosial Budaya, dan
(5) Gatra Pertahanan Keamanan.

 2) Model Morgenthau
Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra cukup banyak. Bila model Lemhanas berevolusi dari obst empiris perjalanan perjuangan bangsa, maka model ini ditun secara analitis.
Dalam analisisnya, Morgenthau menekankan pentii kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-r lain. Artinya, ia menganggap pentingnya perjuangan mendapatkan power position dalam satu kawasan. St konsekuensinya, maka terdapat advokasi untuk memp power position sehingga muncul strategi ke arah balancedp
      
3) Model Alfred Thayer Mahan
Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on H mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur s berikut:
a) Letak geografi
b) Bentuk atau wujud bumi
c) Luas wilayah
d) Jumlah penduduk
e) Watak nasional atau bangsa
f) Sifat pemerintahan

4) Model Cline
Cline mclihat suatu ncgara dari luar sebagaimana dipersepsikan olch negara lain. Baginya hubungan antarnegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dari negara lainnya.
Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar